"Dari Nu'man bin Basyir dari Hudzaifah bin Yaman radliallahu 'anhu,
ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam."
Diriwayatkan oleh :
H.R. Ahmad dan Al Baihaqi dalam kitab Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461.
dan
Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273.
Tau hadis ini? (tau itu baru baca) :D hadis ini adalah salah satu ceritera Rorulullah tentang apa yang akan terjadi pada umat beliau setelah beliau mangkat. Dari hadis ini, Rosul menceritakan ada beberapa masa yang akan di lalaui oleh umat beliau yaitu, masa kenabian, masa ke khilafahan, masa raja yang mengigit (menggigit rakyat), masa raja yang sombong (pada Allah), lalu kembali pada masa kekhilafahan. Semuanya ada 5 masa, 3 masa paling awal telah terlewati, masa ke empat tengah kita hadapi, dan masa ke-5 Wallahi, Aku bersumpah demi Allah, pasti akan datang.
Mau menyimak ceriteraku? :)
Begitulah Rosulullah mengabarkan sejarah yang akan terjadi dimasa depan umatnya setelah kematian beliau. Apa yang dikatakan baginda Rosululloh pasti benar adanya, karena Allah sendiri yang menjaga setiap perkataan dan perbuatan Baginda Muhammad saw.
Inilah salah satu pegangan sebagian umat beliau akan tegaknya khilafah sekali lagi, sebelum kemudian hari kiamat tiba. kenapa aku katakan sebagian, karena ada sebagian umat beliau yang bersikap munafiq, tahu tapi mengingkari, sebagian lagi ada yang bersikap fasiq, tahu tapi mengingkari dan memusuhi upaya penegakannya.
Rachel berharap, para pembaca blog ini bukan orang fasiq dan bukan pula orang munafiq, yang mengaku muslim tapi mengingkari perkataan Muhammad bin abdullah, bahkan menghalangi upaya perealisasian perkataan itu oleh sebagian umat yang lainnya.
Barokallohufikum ^_^
تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلاَفَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ
"Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya. Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)". Kemudian beliau (Nabi) diam."
Diriwayatkan oleh :
H.R. Ahmad dan Al Baihaqi dalam kitab Misykatul Mashabih: Bab Al Indzar wa Tahdzir, Al Maktabah Ar Rahimiah, Delhi, India. Halaman 461.
dan
Musnad Ahmad, juz 4, halaman 273.
Tau hadis ini? (tau itu baru baca) :D hadis ini adalah salah satu ceritera Rorulullah tentang apa yang akan terjadi pada umat beliau setelah beliau mangkat. Dari hadis ini, Rosul menceritakan ada beberapa masa yang akan di lalaui oleh umat beliau yaitu, masa kenabian, masa ke khilafahan, masa raja yang mengigit (menggigit rakyat), masa raja yang sombong (pada Allah), lalu kembali pada masa kekhilafahan. Semuanya ada 5 masa, 3 masa paling awal telah terlewati, masa ke empat tengah kita hadapi, dan masa ke-5 Wallahi, Aku bersumpah demi Allah, pasti akan datang.
Mau menyimak ceriteraku? :)
- "Masa kenabian itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, adanya atas
kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk
mengangkatnya."
Masa kenabian, adalah masanya para nabi ada untuk menyampaikan Risalah agama Allah sebagai Agama tauhid, dan masa itu telah ditutup dengan meninggalnya Rosululloh sebagai nabi terakhir. - "Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA
MINHAJIN NUBUWWAH), adanya atas kehendak Allah. Allah mengangkatnya
apabila Ia menghendaki untuk mengangkatnya."
Masa ke khilafahan dimulai saat Rosululloh hijrah ke Madinah, kemudian meminta secara baik-baik pada raja Madinah yang menjabat saat itu, untuk memberikan tampuk kekuasaan kepada beliau. Maka tegaklah kekhilafahan untuk pertama kalinya dengan baginda Rosululloh sendiri sebagai kepala negara. Saat Baginda Muhammad saw. mankat, maka beban kepemimpinan berpindah ke pundak Abu bakar, saat abu bakar mangkat, beban kepemimpinan berpindah ke pundak Umar bin khattab, saat Umar mangkat, beban kepemimpinan berpindah pada Ali bi abi tholib, dan begitu seterusnya hingga 1400 tahun lamanya.
Selama masa 1400 tahun, Kekhilafahan telah melebarkan sayapnya hingga menguasai 22 juta kilometer persegi wilayah diseluruh bumi, itu berarti 2/3 bagian bumi telah dikuasai khilafah. Diantara negri-negri taklukannya, banyak yang datang dengan suka rela pada khilafah, bukan meminta dibebaskan, justru mereka meminta di taklukkan.
Masa ini berakhir pada 3 Maret 1924, khilafah hancur ditangan Musfaq Kemal Laknatullah. 91tahun telah berlalu sejak keruntuhan khilafah, 22 juta kilometer persegi wilayah daulah khilafah terpecah menjadi ratusan negara kecil, diantaranya Indonesia, Malaysia, dan Timur-Timur.
- "Kemudian masa kerajaan yang menggigit (MULKAN ADLON), adanya atas
kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk
mengangkatnya."
Masa kerajaan yang mengigit dimulai saat Runtuhnya khilafah, sejak itu, tumbuh berkembang dengan bebas bibit iblis berwujud manusia, yang saat dewasanya kita kenal dengan nama Adolf Hittler, dan lain sebagainya, masa ini telah berakhir sejak perang dunia ke-2 berakhir. - "Kemudian masa kerajaan yang menyombong (MULKAN JABARIYYAH), adanya atas
kehendak Allah. Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki untuk
mengangkatnya."
Siapakah orang gila yang bersedia mendapat hinaan sebagai orang sombong dari Allah? tidak ada, tapi kitalah orang-orang sombong itu. Allah menurunkan risalah dalam Al-Qur'an tentang tata kenegaraan, hukuman bagi pelanggar peraturan, hukum dagang, dsb. Tapi kita justru lebih memilih menyimpan Al-Qur'an di bawah kasur, sedang disisi lain kita mengangkat hukum demokrasi kapitalis sebagai hukum negara.
Kita, mengabaikan hukum potong tangan dalam Al-Qur'an dan menggantinya dengan 1 tahun penjara. Kita, Mengabaikan Allah yang mengatur hukum qisos dalam Al-Qur'an dan kita menggantinya dengan 5 tahun penjara. Kita, Mengabaikan hukum Muamalah yang mengharamkan Riba dan menggantinya dengan agunan dan cicilan yang kesemuanya pasti adalah Riba.
Betapa Sombong dan Jumawanya kita terhadap Allah, Apa kita tidak takut Allah marah pada kita, kemuan memerintahkan angin untuk berhenti berhembus, dengan apa kita akan bernafas. inilah masa kerajaan yang menyombong (masa kita). - "Kemudian masa Khilafah yang mengikuti jejak kenabian (KHILAFAH 'ALAA MINHAJIN NUBUWWAH)"
Masa kekhilafahan pasti akan datang sekali lagi untuk mengakhiri masa kesombongan dan kejumawaan kita terhadap Allah, entah kapan, Allahualam. Namun tanda-tanda kedatangan kembali masa kekhilafahan itu telah banyak terjadi, semakin lama semakin dekat. mungkin 10 atau 20 tahun lagi, Allahualam.
- "Kemudian beliau (Nabi) diam."
Sebagian Ulama berpendapat, diamnya Rosululloh berarti tidak akan lagi masa kepemimpinan setelah masa kekhilafahan akhir zaman usai. Bagaimana mungkin ada kepemimpinan jika dunia saja sudah tidak ada. Itulah hari kiamat.
Begitulah Rosulullah mengabarkan sejarah yang akan terjadi dimasa depan umatnya setelah kematian beliau. Apa yang dikatakan baginda Rosululloh pasti benar adanya, karena Allah sendiri yang menjaga setiap perkataan dan perbuatan Baginda Muhammad saw.
Inilah salah satu pegangan sebagian umat beliau akan tegaknya khilafah sekali lagi, sebelum kemudian hari kiamat tiba. kenapa aku katakan sebagian, karena ada sebagian umat beliau yang bersikap munafiq, tahu tapi mengingkari, sebagian lagi ada yang bersikap fasiq, tahu tapi mengingkari dan memusuhi upaya penegakannya.
Rachel berharap, para pembaca blog ini bukan orang fasiq dan bukan pula orang munafiq, yang mengaku muslim tapi mengingkari perkataan Muhammad bin abdullah, bahkan menghalangi upaya perealisasian perkataan itu oleh sebagian umat yang lainnya.
Barokallohufikum ^_^
0 komentar:
Posting Komentar